Desktop_1

INGAT Bocah Viral Lari Saat Erupsi Gunung Semeru? Berhasil Selamat Usai 2 Jam Sembunyi Di Masjid

Posted on

Ingat bocah yang viral lari ketakutan saat erupsi Gunung Semeru? begini nasibnya.

Dalam video yang sempat beredar,terlihat seorang bocah perempuan lari ketakutan menjauhi awan tebal erupsi Gunung Semeru.

Bocah tersebut sendirian, tak ada orangtua yang melindunginya.

Saking takutnya ia tak sadar mengangkat roknya dan terus berlari kencang.

Usut punya usut bocah tersebut ternyata awalnya sedang belajar ngaji bersama teman-temannya.

Setelah video itu viral, banyak warganet yang mempertanyakan nasib sang anak.

Detik-detik erupsi Gunung Semeru, semua warga berhamburan ke luar

Detik-detik erupsi Gunung Semeru, semua warga berhamburan ke luar (Istimewa/TribunMadura)

Sosok gadis kecil itu bernama Fida, yang kala situasi mencekam itu, sedang mengaji.

Dikutip dari akun Instagram @littleproject.idn Kamis (9/12/2021), saat itu Nurfida yang masih berusia 7 tahun, pergi mengaji sekira pukul 14.30 WIB.

Namun belum sempat ia membuka Iqro, gemuruh terdengar dari luar masjid.

Sontak ustaz yang mengajari Fida meminta sang gadis kecil untuk berlari menyelamatkan diri.

Suara itu tanda gunung semeru Erupsi, pukul 15.20 menit.

“Saat itu seperti hari-hari biasa, Fida pergi mengaji pada pukul 14.30, namun belum sempat dia membuka Iqro gemuruh terdengar dari luar Masjid.”

“Sontak sang Ustadz berteriak menyuruh Fida dan teman-temannya untuk pergi menyelamatkan diri.

Suara itu tanda Gunung Semeru Erupsi, pukul 15.20 menit,” terang akun @littleproject.idn.

Mereka pun berlari sekuat tenaga dan menjauh dari Gunung Semeru.

Fida kala itu berteduh dari hujan pasir.

Dari pengakuan sang bocah, ia bahkan melihat bagaimana pohon pisang hancur, dan banyaknya takbir yang diucapkan orang-orang yang mencari pertolongan.

Sampai akhirnya, setelah berlari cukup jauh, Fida melihat masjid dan masuk di dalam masjid tersebut.

Sosok Fida, bocah yang viral saat erupsi Gunung Semeru

Sosok Fida, bocah yang viral saat erupsi Gunung Semeru (Instagram @littleproject.idn)

Ia menunggu selama 2 jam hingga erupsi selesai.

Saat itulah, Fida terpisah dari kedua orangtuanya.

Fida baru bisa bertemu ayah dan ibunya sekira pukul 21.00 WIB di dalam masjid.

Haru sedih dan senang bercampur rasa bersyukur yang tinggi kala Fida mampu kembali berkumpul dengan kedua orangtuanya dalam keadaan selamat.

‘Rumah Tetangga Habis’ Kaget Pak Roh, Rumahnya Lolos dari Lahar Gunung Semeru Ternyata Ini Amalannya

Sementara itu kisah viral lainnya di peristiwa erupsi Gunung Semeru adalah kokohnya rumah seorang warga yang lolos dari semburan lahar.

Di saat rumah yang lain hancur dihantam lahar Gunung Semeru, rumah bercat krem ini masih tetap kokoh berdiri tegak.

Ya, satu-satunya rumah yang lolos dari semburan lahar Gunung Semeru ini ternyata milik salah satu warga Lumajang bernama Pak Roh.

Tak hanya kokoh, rumah Pak Roh ini juga tidak kemasukan abu vulkanik sama sekali.

Sontak kondisi rumah Pak Roh langsung viral dan menuai kekaguman dari warganet.

Publik dibuat penasaran dengan amalan apa yang dilakukan Pak Roh sehingga rumahnya bisa lolos dari amukan lahar panas Gunung Semeru.

Potret rumah Pak Roh yang lolos dari semburan lahar Gunung Semeru (TikTok)

Menjawab rasa penasaran publik, Pak Roh akhirnya angkat bicara.

Diwartakan sebelumnya, terjangan lahar panas Gunung Semeru, Sabtu (3/12/2021) meluluhlantakkan dan merusak rumah, bangunan dan lahan pertanian di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Namun, ada satu rumah di Dusun Kampung Renteng yang selamat dari terjangan lahar panas mematikan tersebut.

Rumah tersebut milik Wadiman (55) atau biasanya disapa Pak Roh.

Meski, rumah-rumah dan truk pasir di sekitarnya nyaris rata tertimbun oleh lahar erupsi Gunung Semeru, rumah Pak Roh selamat dan tetap berdiri kokoh.

Walau teras rumahnya terlihat kotor oleh abu vulkanik, kondisi rumah Pak Roh tidak tertimbun lahar.

Lahar dingin tak masuk sedikit pun ke dalam rumahnya.

Rumahnya viral dan jadi perbincangan, Pak Roh akhirnya bersuara.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Instagram Tribun Jatim, Pak Roh bersyukur rumahnya sama sekali tidak hancur akibat terjangan lahar Gunung Semeru.

“(Rumah Pak Roh) Sama sekali (tidak rusak) erupsi itu enggak masuk ke rumah Saya. Cukup di jalannya aja.

Kaget lihat rumah tetangga Saya, habis,” ujar Pak Roh dilansir pada Kamis (9/12/2021).

Baca juga: KISAH Holil, Keluarga Selamat, Ternak Masih Hidup, Tapi Rumah Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

Ditanya soal amalan apa saja yang membuat rumahnya masih berdiri kokoh saat diterjang lahar Gunung Semeru, Pak Roh langsung bercerita.

Bahwa amalan utama yang ia rutin lakukan adalah sholat lima waktu.

“Amalan Saya ini yang pertama ya sholat lima waktu. Yang rajin lah,” ujar Pak Roh.

Selain sholat, Pak Roh juga menyebut sedekah dan berhubungan baik dengan tetangga adalah amalan yang kerap ia lakukan.

Diungkap Pak Roh, jika Kita bersedekah untuk orang lain, maka sebaiknya tidak diingat atau diungkit.

“Bersedekah.
Kalau bersedekah jangan diingat-ingat.
Berhubungan baik sama tetangga, saudara.
Bersedekah lah yang banyak. Apa yang dibutuhkan sama tetangga, ya Saya beli.
Saya dikasih uang enggak mau. Ambil aja kalau mau,” pungkas Pak Roh.

Sosok Pak Roh pemilik rumah yang lolos dari semburan Gunung Semeru

Amalan keempat yang sering dilakukan Pak Roh adalah mengaji.

“Saya rajin tiap maulid baca surat Yasin tiga kali, al Ikhlas 31 kali. Alquran khatam tiga kali tiap maulid,” ujar Pak Roh.

Perihal posisi rumahnya, Pak Roh menyebut seharusnya tempat tinggalnya itu ikut hancur akibat terjangan lahar Gunung Semeru.

Sebab posisi rumah Pak Roh berada di posisi bawah.

“(Rumah Saya) datarannya dari jalan sama (dengan rumah orang lain). Malah lebih turun punya Saya,” akui Pak Roh.

“Harusnya kalau ada erupsi rumah (Pak Roh ikut) terhempas ?” tanya wartawan.

“Ya (harusnya rumah Saya terkena imbas Gunung Semeru) paling tebal punya Saya. Soalnya punya Saya di bawah paling turun. Sekarang tambah turun punya Saya (tanahnya).

Di depan rumah udah tinggi. Kalau jalan mau ke rumah posisinya turun (karena Abu vulkanik),” ungkap Pak Roh.

Bercerita lebih lanjut, Pak Roh mengungkap detik-detik saat Gunung Semeru meletus.

Saat itu, Pak Roh sedang memanjat pohon kelapa.

“Saya naik, panjat kelapa.

Saya naik ke atas, lihat ke barat kok ada awan panas. Saya turun, baru Saya lari ke anak dan keluarga Saya.

Saya suruh cepat-cepat tinggalkan tempat ini,” ungkap Pak Roh.

Berhasil kabur dari terjangan lahar Gunugn Semeru, seluruh keluarga Pak Roh yang berjumlah delapan orang selamat semua.

“Saya bikin rumah itu bukan dapat dari tambang pasir, itu hasil keringat Saya sendiri. Itu usaha Saya dari tani, dari ternak. Alhamdulillah bersyukur sekali,” ungkap Pak Roh.